WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menyelesaikan penanganan tujuh pedagang di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dari total 216 pedagang yang menjadi sasaran penataan, tujuh di antaranya belum ditindaklanjuti karena pemerintah masih memverifikasi status aset pada lokasi tempat mereka berjualan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, secara prinsip penanganan terhadap 216 pedagang di kawasan tersebut telah dilakukan.
Namun, tindak lanjut terhadap tujuh pedagang masih menunggu kepastian mengenai status aset yang mereka tempati.
“Dari 216 pedagang, keseluruhannya prinsip sudah dilakukan penanganan," kata Syafrin, saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
"Memang di sana masih ada tujuh pedagang yang belum dilakukan penanganan karena kami harus memastikan posisi aset yang bersangkutan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pemerintah perlu memperoleh informasi mengenai status kepemilikan atau pengelolaan aset di lokasi tersebut sebelum melaksanakan penertiban lanjutan.
Baca juga: Eks Pasar Taman Puring Bakal Jadi Taman, Nasib 200 Pedagang Masih Belum Pasti
Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah lahan yang ditempati para pedagang termasuk dalam aset organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Setelah status aset dipastikan, pemerintah akan menindaklanjuti penertiban terhadap tujuh pedagang tersebut sesuai dengan hasil verifikasi.
"Setelah mendapatkan informasi terhadap posisi asetnya, ini tentu akan dilakukan penindakan penertiban lanjutan, sambil diverifikasi untuk aset di mana mereka saat ini berada ataupun berdagang," tuturnya.
Terkait tenggat penyelesaian penanganan, Syafrin menyebut target waktu yang diharapkan pada prinsipnya telah terlewati.
Meski demikian, penyelesaian terhadap tujuh pedagang masih bergantung pada konfirmasi status aset dari instansi terkait.
Sementara itu, proses perbaikan kawasan Setu Babakan disebut tetap berjalan secara paralel dengan verifikasi aset dan penanganan pedagang yang belum selesai.
“Perbaikan kan sekarang terus berjalan,” ucap eks Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu.
"Upaya ini sebagai rangkaian kegiatan program dari Provinsi DKI Jakarta untuk penataan Setu Babakan. Kita tahu bahwa ini tempat destinasi wisata dan kelestarian kebetawian di sini," ujar Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanudin di Jakarta, Kamis lalu.
Dia mengatakan, penataan tersebut mencakup relokasi 216 pedagang yang beraktivitas di kawasan itu.
Pemerintah menyiapkan 63 lokasi penampungan, dengan 57 pedagang yang lolos kurasi untuk berjualan makanan khas Betawi.
Sementara itu, pedagang yang tidak lolos kurasi diarahkan untuk mendaftar agar dapat direlokasi ke lokasi binaan (lokbin) lainnya yang disediakan pemerintah.
Menurut Firmanudin, penataan itu dilakukan agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut selaras dengan identitas Setu Babakan sebagai sentra kebudayaan Betawi.
Dia menuturkan, para pedagang membongkar lapak mereka secara mandiri setelah pemerintah melakukan sosialisasi dan memberikan surat peringatan (SP) sesuai prosedur yang berlaku.
Selain penataan pedagang, kata Firmanudin, pemerintah juga akan membenahi saluran air, jalan, dan jalur pedestrian di kawasan tersebut.
Penataan sempadan danau turut dilakukan sebagai upaya menjaga dan menyelamatkan aset milik pemerintah daerah.
Dia menyebutkan penataan itu melibatkan 400 personel dari berbagai unsur pemerintah kota, termasuk perangkat kewilayahan, serta masyarakat setempat.
Pemerintah juga berupaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat ikut aktif menjaga kawasan Setu Babakan sebagai destinasi wisata, sarana edukasi, dan tempat pelestarian kebudayaan Betawi.
Firmanudin pun berharap penataan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat identitas Setu Babakan sebagai kawasan wisata budaya Betawi di Jakarta Selatan. (m31)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.