WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan revitalisasi lahan eks Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi taman.

Namun, para pedagang yang terdampak kebakaran masih menunggu kepastian terkait nasib tempat mereka mencari nafkah.

Setahun setelah kebakaran melanda Pasar Taman Puring pada Senin (28/7/2025), belum ada kejelasan mengenai realisasi janji pembangunan kembali pasar tersebut.

Kebakaran yang terjadi pada petang hari itu pertama kali terlihat sekitar pukul 18.02 WIB dan menghanguskan sekitar 500 unit toko.

Pasar tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan pakaian, sepatu, dan alat elektronik.

Baca juga: Setahun Kebakaran Taman Puring, Pedagang Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Terbaru, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta masih menyusun perencanaan sebelum pembangunan taman di lokasi tersebut dilaksanakan.

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan perubahan fungsi lahan eks Pasar Taman Puring menjadi taman merupakan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk eks Pasar Taman Puring akan dijadikan Taman Setara. Untuk pelaksanaannya, saat ini rekan-rekan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sedang melakukan perencanaan. Pada saat perencanaan selesai, tentu ini akan segera dilakukan pembangunan,” ujarnya di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Meski demikian, detail desain taman, fasilitas yang akan dibangun, hingga kemungkinan penggabungan kawasan tersebut dengan taman di sebelahnya masih dalam tahap perencanaan.

"Itu sedang dilakukan perencanaan. Nanti kami konfirmasi ke Dinas Pertamanan," tutur Syafrin, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Saat ditanya mengenai target waktu pembangunan, Syafrin berharap revitalisasi dapat segera direalisasikan. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai jadwal dimulainya pembangunan.

Pedagang Akan Direlokasi

RELOKASI PASAR TAMAN PURING - Spanduk yang dipasang pedagang di lokasi kebakaran Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). Mereka menagih janji revitalisasi yang pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sambil menunggu kepastian relokasi maupun pembangunan kembali pasar.
RELOKASI PASAR TAMAN PURING - Spanduk yang dipasang pedagang di lokasi kebakaran Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). Mereka menagih janji revitalisasi yang pernah disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sambil menunggu kepastian relokasi maupun pembangunan kembali pasar. (Warta Kota/Ramadhan L Q)

Selain merencanakan revitalisasi kawasan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan relokasi bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Taman Puring.

Syafrin mengatakan lokasi relokasi telah disiapkan dengan mempertimbangkan kemudahan pedagang dalam menjalankan usaha.

Penempatan di lokasi yang sesuai diharapkan dapat membantu keberlangsungan usaha mereka sekaligus mencegah persoalan di kemudian hari.

Baca juga: Tunggu Janji Gubernur, Pedagang Pasar Taman Puring Masih Bertahan di Lokasi Bekas Kebakaran

“Untuk pedagang eks Pasar Taman Puring akan dilakukan relokasi. Relokasi ini sudah memperhitungkan lokasi, sehingga mereka akan lebih mudah untuk berdagang, ada tempat yang sesuai, dan tidak menimbulkan polemik ke depan bagi mereka yang terus berdagang pada tempat yang sudah ditetapkan,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi ke kawasan Lenteng Agung, Syafrin membenarkan bahwa lokasi relokasi telah tersedia.

Namun, pemerintah belum merinci nama lokasi secara lengkap, jumlah pedagang yang akan dipindahkan, maupun jadwal pelaksanaan relokasi.

Pedagang Masih Menagih Janji Pembangunan Pasar

KEBAKARAN TAMAN PURING - Kondisi Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025) pagi ini setelah kebakaran asap masih terlihat mengepul di udara.
KEBAKARAN TAMAN PURING - Kondisi Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2025) pagi ini setelah kebakaran asap masih terlihat mengepul di udara. (Tribunnews/Bian Harnansa)

Sebelumnya, Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengatakan para pedagang masih bertahan berjualan di lokasi bekas kebakaran dengan segala keterbatasan.

Pada Selasa (4/8/2026), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah meninjau Pasar Taman Puring yang terbakar.

Namun, kunjungan tersebut belum memberikan kepastian mengenai kelanjutan pembangunan pasar.

"Kami masih bersama para pedagang selama setahun ini. Alhamdulillah tadi ada kunjungan dari beberapa dinas terkait ke sini meninjau," kata Asmun saat ditemui di lokasi, Selasa.

"Kalau untuk jawaban masih belum ada jawaban dari beberapa dinas, tapi kami berharap tetap, berharap harapan kami tetap menunggu, menunggu apa yang telah dijanjikan Pak Gubernur kepada kami," sambungnya.

Baca juga: Pedagang Pasar Taman Puring Masih Menunggu Janji Pramono Anung, Sudah Hampir 10 Bulan Bertahan

Asmun mengatakan para pedagang masih berpegang pada pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang sebelumnya menyebut Pasar Taman Puring akan dibangun kembali.

Berdasarkan pantauan Warta Kota di lokasi, tumpukan puing atau material masih terlihat di bagian tengah area bekas kebakaran.

Sementara itu, puluhan pedagang masih berjualan menggunakan tenda lipat sambil menunggu pembeli.

Tampak pula spanduk bergambar Pramono Anung dengan tulisan "Kami Pedagang Taman Puring Menagih Janji".

Spanduk tersebut juga memuat kutipan pernyataan Pramono mengenai revitalisasi Pasar Taman Puring.

"Karena Pasar Itu Adalah Pasar Rakyat, Yang Dibutuhkan Rakyat Setempat, Dan Pasar Itu Yang Aktivitasnya Masih, Tetapi Tentunya Dengan Adanya Kebakaran Ini Kita Akan Bantu Perbaikan Fasilitas Yang Ada," demikian kutipan pernyataan yang tertera pada spanduk tersebut.

Para pedagang berharap komitmen pembangunan kembali pasar dapat segera direalisasikan.

Pendapatan Pedagang Menurun

Asmun memperkirakan saat ini hanya sekitar 150 hingga 200 pedagang yang masih bertahan berjualan di lokasi tersebut.

Kondisi itu turut berdampak pada penurunan pendapatan.

Asmun menyebut penghasilan harian pedagang kini rata-rata berkisar Rp200 ribu, meski jumlahnya tidak menentu dan jauh berbeda dibandingkan sebelum kebakaran.

"Namanya berdagang kadang naik turun. Yang penting kami masih bertahan untuk kehidupan sehari-hari, membiayai keluarga dan sekolah anak-anak," katanya.

Selain menghadapi penurunan pendapatan, para pedagang juga mengaku resah karena belum mendapat kepastian mengenai pemanfaatan lahan bekas pasar.

Menurut Asmun, setelah kebakaran muncul wacana bahwa lokasi tersebut akan dijadikan taman.

Padahal, menurut dia, sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi mengenai rencana itu.

Ia menilai ketidakpastian tersebut semakin menambah beban pedagang yang telah kehilangan barang dagangan akibat kebakaran dan kini harus memikirkan masa depan usaha mereka.

"Kalau sebelum kebakaran sudah ada sosialisasi mengenai rencana tersebut, mungkin kami tidak akan sesakit ini. Kami sudah menjadi korban kebakaran, kehilangan barang dagangan, lalu muncul isu lain mengenai pemanfaatan lahan," ujarnya.

Meski demikian, Asmun menegaskan para pedagang masih berharap Pasar Taman Puring dibangun kembali.

Menurutnya, pasar tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan sejarah perdagangan di Jakarta.

"Hingga sekarang memang belum ada kepastian. Namun kami tetap berharap Pasar Taman Puring tetap ada karena sudah menjadi bagian dari perekonomian Jakarta," tuturnya. (m31)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.