Liputan6.com, Jakarta - Saat cuaca panas, minum air es kerap menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh. Namun, apakah air dingin benar-benar lebih efektif menjaga tubuh tetap sejuk dibandingkan air dengan suhu ruang?
Para ahli menjelaskan bahwa suhu air bukan faktor utama dalam menjaga hidrasi. Hal terpenting adalah memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup, terutama ketika seseorang beraktivitas di tengah cuaca panas atau berolahraga.
Dehidrasi terjadi ketika cairan yang dikeluarkan tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu melalui keringat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas.
Ditambah lagi dengan minum lebih banyak air saat cuaca panas atau lembap membantu menurunkan suhu tubuh sekaligus menggantikan cairan yang hilang melalui keringat.
Ahli gastroenterologi Brian Weiner mengatakan bahwa bukti ilmiah mengenai pengaruh suhu air terhadap kesehatan masih terbatas. Sementara itu, ahli gizi Beth Czerwony menekankan bahwa suhu air bukanlah hal utama yang perlu diperhatikan.
“Hal terpenting adalah tetap terhidrasi,” ujar Czerwony, dikutip The Independent, Sabtu (24/10/2026).
Minuman yang sangat dingin dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang. Dokter Harry Emmerich mengatakan bahwa air yang sangat dingin dapat memicu spasme atau kejang pada kerongkongan, yang bisa menimbulkan nyeri dada dan kram perut.
“Bisa dibilang mirip orang kalau kepala kaya membeku atau brain freeze. Tapi, air dingin dan suhu tubuh bisa memicu kejang, detak jantung menurun, serta suhu darah juga ikut turun,” katanya.
Selain itu, ada penjelasan kasus yang jarang terjadi, konsumsi minuman dingin dapat memicu pingsan akibat respons saraf tertentu. Kondisi ini tidak secara khusus disebabkan oleh cuaca panas.
Dokter David Schultz menambahkan bahwa saraf vagus, yang berkaitan dengan kerongkongan dan lambung, dapat terlibat dalam respons tersebut. Karena itu, ia menyarankan orang yang mengalami kelelahan akibat panas (heat exhaustion) untuk mempertimbangkan air yang suhunya mendekati suhu ruang.
Meski demikian, laporan tersebut tidak menyatakan bahwa air es secara umum berbahaya atau menyebabkan stroke. Risiko yang dibahas berkaitan dengan respons tertentu yang jarang terjadi, bukan efek yang dialami semua orang.
Air dingin maupun air bersuhu ruang dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan cairan. Saat cuaca panas, pastikan minum secara teratur, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Jika muncul tanda gangguan akibat panas, jangan hanya mengandalkan minum air, tetapi segera cari tempat sejuk dan bantuan medis sesuai tingkat keparahan gejala.
Meski suhu air umumnya bergantung pada preferensi, air dingin berpotensi memberikan manfaat dalam kondisi tertentu, khususnya ketika berolahraga.
Sejumlah penelitian yang dibahas dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa minum air dingin dapat membantu memperlambat kenaikan suhu inti tubuh selama sesi olahraga.
Weiner menjelaskan bahwa efek tersebut mungkin berkaitan dengan pembuluh darah di mulut dan bagian atas kerongkongan. Ketika area tersebut terpapar air dingin, darah yang bersirkulasi ke seluruh tubuh berpotensi ikut mengalami pendinginan.
Menurutnya, air dingin dapat membantu atlet menjaga suhu tubuh selama aktivitas fisik. Namun, temuan ini tidak berarti bahwa air es selalu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.