BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mulai menipis pada Senin (26/10/2026).

Berdasarkan pantauan di Bundaran Tugu Adipura, kawasan Rantau Baru, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, kabut asap masih terlihat menyelimuti kawasan tersebut. Meski demikian, kondisinya tidak separah sehari sebelumnya.

Matahari sudah tampak menyinari kawasan itu, meski cahayanya belum sepenuhnya cerah karena masih terhalang kabut tipis.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Margasari, Kecamatan Candi Laras Selatan. Kabut asap di kawasan tersebut terpantau tidak terlalu tebal dibandingkan hari sebelumnya.

Rahmi, warga Desa Beringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, mengakui udara pada Senin pagi terasa lebih nyaman dihirup.

"Andaikan hujan deras malam hari itu, kabut asap di Margasari hilang," katanya.

Rahmi yang kerap mengunggah video dampak karhutla melalui media sosialnya berharap hujan dengan intensitas tinggi dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Sementara itu, Wiji Astuti, warga yang ditemui di kawasan Bundaran Tugu Adipura Rantau Baru, mengaku masih merasakan dampak kabut asap, terutama pada malam hingga tengah malam.

Baca juga: Sejumlah kawasan di Kotabaru Diguyur Hujan, Warga: Tanda-tanda Kehidupan

Ia mengatakan, kondisi tersebut dapat memicu kambuhnya sesak napas yang dialaminya.

Meski kabut asap masih terasa, Wiji menilai kondisinya sudah berkurang setelah hujan mengguyur kawasan itu sehari sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, Wiji juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan petugas pemadam yang membantu menangani kebakaran.

"Ya, buat para relawan padam karhutla, terima kasih sudah membantu memadamkan api, jadi tidak terlalu banyak asap kadang-kadang. Semangat buat pemadam," ujarnya.

Pantauan di Rantau Baru menunjukkan aktivitas warga tetap berlangsung meski kabut asap masih terlihat. Sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Tapin juga tetap bekerja di kawasan tersebut.

Wiji berharap upaya pemadaman karhutla terus dilakukan sehingga kabut asap yang berdampak hingga ke kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga dapat segera berakhir.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga masyarakat di wilayah lain yang terdampak sebaran kabut asap. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.