SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelatih Kepala Persebaya Bernardo Tavares blak-blakan membongkar alasan di balik keputusan berani menunjuk Yuran Fernandes sebagai algojo penalti saat melibas Madura United dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (26/10/2026) malam.
Keputusan itu sempat memancing tanda tanya besar karena posisi natural Yuran merupakan seorang bek tengah tangguh alih-alih penyerang tajam.
Sorotan publik mengarah pada perubahan strategi itu menyusul kegagalan striker Alex Martins mengeksekusi penalti pada laga sebelumnya saat takluk dari PSM Makassar.
Baca juga: Jadwal Persebaya Berikutnya Usai Tekuk Madura United, Bajol Ijo Bersiap Hadapi Persijap Jepara
Bernardo Tavares menyatakan bahwa pemilihan algojo penalti didasarkan pada performa terbaik pemain selama sesi latihan terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur.
"Kami melatih tendangan penalti di latihan terakhir yang kami lakukan di GBT, kami memiliki banyak pemain yang bisa mengambilnya," ujar Bernardo Tavares kepada SURYA.CO.ID pada Senin (26/10/2026).
"Dan di latihan terakhir, yang paling banyak mencetak gol penalti adalah Yuran, jadi dia mengambil bola itu dan mengeksekusinya," sambungnya.
Kepercayaan sang pelatih langsung dibayar tuntas oleh Yuran Fernandes lewat eksekusi tenang pada menit 90+1 yang merubah kedudukan menjadi 2-1.
Kemenangan Bajul Ijo kemudian dikunci oleh gol penutup Yann Mabella pada menit 90+6 untuk memastikan skor akhir 3-1.
Sebelumnya, keunggulan Persebaya dibuka lebih dulu lewat aksi cemerlang Miguel Pereira pada menit ke-22.
Sementara itu, satu-satunya gol balasan dari skuad Madura United sempat dicetak oleh Gali Freitas pada menit ke-69.
Baca juga: Hasil Skor Akhir Persebaya VS Madura United 3-1, Diwarnai Kartu Merah, Penalti dan Gol Mantan
Di luar drama eksekusi penalti, pelatih asal Portugal itu mengaku sangat puas dengan determinasi skuad asuhannya sepanjang pertandingan.
"Saya sangat menyukai sikap kami, karena bermain agresif, bermain intens," ucap Bernardo Tavares.
"Bergerak untuk menciptakan ruang dan ini harus menjadi identitas kami," tegasnya.
Dominasi mutlak diperlihatkan Persebaya dalam laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 tersebut dengan penguasaan bola mencapai 62 persen.
Anak asuh Bernardo Tavares juga tercatat melepaskan total 20 tembakan dengan 4 diantaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Sebaliknya, Madura United hanya mampu menguasai bola sebanyak 38 persen sepanjang jalannya pertandingan kandang itu.
Tim tamu hanya sanggup melepaskan 5 kali tembakan dengan 2 diantaranya tepat mengancam jaring gawang Persebaya.
"Kadang-kadang kami salah memberikan umpan juga karena hujan dan genangan air, begitu juga tim lawan, tapi saya suka sikap para pemain," pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.