Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Sofyan Arif Candra Sakti/Luhur Pambudi
SURYAMALANG.COM, KOTA MADIUN - Sosok Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan sadis terhadap istri siri dan anak balitanya di Madiun, ternyata dikenal sebagai pribadi yang sangat cerdas di mata para tetangganya.
Pelaku diketahui merupakan alumnus SMAN 2 Madiun yang kemudian melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi ternama, Institut Teknologi Bandung (ITB).
Rekam jejak akademis yang mumpuni tersebut membawa kariernya melesat hingga menjadi konsultan perkapalan internasional bergaji fantastis.
Dwi Bagus Martono menghabisi istri sirinya, Dini Hardianti (34), serta putra sambungnya, AG (4), yang dilaporkan menghilang sejak Minggu (20/9/2026).
Keduanya kemudian ditemukan tewas secara mengenaskan di Madiun.
Baca juga: Khilaf Saya, Bisik Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Saat Minta Maaf, Keluarga Korban Tuntut Hukum Mati
Pelaku menghabisi korban dengan cara dicekik di dua lokasi berbeda, lalu membakar jasad mereka di belakang rumah serta menghancurkan sisa tulang belulang menggunakan mesin pencacah tanaman.
Berdasarkan pendalaman dari pihak keluarga, Ikbal menyebutkan korban dan pelaku telah menjalin hubungan selama tiga tahun dan melangsungkan pernikahan siri di Samarinda, Kalimantan Timur.
Warga Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun di lingkungan tempat tinggal Bagus tidak menyangka, tersangka pembunuhan sadis tersebut adalah sosok yang mereka kenal sebagai pria cerdas.
Berdasarkan keterangan Eko Sumaryono tetangga Bagus, tersangka sosok yang pintar, pendiam, dan selalu menyempatkan diri bersosialisasi dengan tetangga di tengah kesibukan pekerjaannya.
"Pintar orangnya, setelah lulus SMA langsung kuliah ke luar kota," kata Eko Sumaryono, Selasa (27/10/2026).
Bagus ternyata lulusan SMAN 2 Madiun, lalu melanjutkan kuliah di ITB dan kemudian bekerja di luar kota di sektor perkapalan.
Dari pantauan di lokasi, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, sudah tampak sepi.
Tak banyak warga yang melihat lokasi seperti hari-hari sebelumnya.
Baca juga: 3 Tahun Main Belakang, Istri Sah Guru Tak Tahu Suaminya Nikah Siri hingga Habisi Ibu-Anak di Madiun
Selain itu, mobil Suzuki Karimun yang menjadi barang bukti perkara tersebut juga telah diangkut pada Senin (26/10/2026) malam.
"Diambil sekitar jam 8 malam, pakek towing," lanjut Eko.
Di dalam mobil Suzuki Karimun tersebut, tersangka melakukan aksi keji membunuh AGF (4) dengan cara mencekik.
Berdasarkan penelusuran kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf, pelaku memiliki latar belakang pekerjaan di dunia perkapalan dan industri internasional.
"Latar belakang dari pelaku ini memang dia salah satu pekerja yang cukup dikenal di kalangan teman-temannya di bidang perkapalan," ujarnya ditemui di depan Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Senin (26/10/2026) malam.
"Dia sebenarnya bukan ABK biasa, melainkan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan asing di luar negeri," imbuh Ikbal.
Ikbal melanjutkan, dari hasil analisis profiling dan wawancara langsung dengan pelaku, Dwi Bagus disinyalir berprofesi sebagai konsultan perkapalan.
"Mungkin semacam konsultan untuk perkapalan-perkapalan, seperti itu yang saya dalami dan saya profiling dari hasil pertanyaan saya kepada pelaku," katanya.
Baca juga: Detik-detik Polisi Bekuk Suami Siri Pembunuh Ibu dan Anak di Madiun, Diangkat Paksa karena Berontak
Informasi ini diperkuat oleh keterangan narasumber internal yang menyebutkan pelaku memiliki keahlian khusus di bidang pengeboran minyak lepas pantai (offshore) serta kemampuan las di bawah air (underwater welding).
Artinya, pelaku memiliki keterampilan khusus sehingga bisa melakukan pengelasan sembari menyelam di bawah air laut.
Bahkan, izin kerjanya mencakup wilayah Eropa dengan gaji yang fantastis mencapai 100 hingga 150 ribu USD setiap kali kontrak.
"Pelaku ini ahli di pengeboran minyak lepas pantai dengan kisaran gaji 100 sampai 150 ribu Dolar AS setiap kali kontrak. Statusnya saat ini masih aktif bekerja dan izin kerjanya tembus sampai Eropa," ujar seorang narasumber internal saat dihubungi, Senin (26/10/2026).
Aksi kriminal yang mengejutkan ini memicu keheranan di lingkungan sekitar.
Narasumber internal mengungkapkan pelaku dikenal berkarakter pendiam dan tumbuh di keluarga terpandang yang taat beragama.
"Dia ini orangnya pendiam. Keluarganya tokoh yang terpandang, mampu, dan agamais. Masyarakat sangat kaget, tidak menyangka kok dia sampai bertindak sekeji itu," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, dari pernikahan resminya dengan istri sah, pelaku belum dikaruniai anak. Sebenarnya, pelaku juga diketahui memiliki rasa sayang terhadap anak balita korban (AG).
"Pelaku sebenarnya sayang sama si anak AG. Namun, namanya keadaan kepepet, tidak disangka berakhir seperti ini. Ibu korban sendiri sama sekali tidak pernah menyangka bahwa pembunuhnya adalah suami sirinya sendiri," katanya.
Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Terkait kondisi terkini pelaku, narasumber menyebutkan Dwi Bagus masih tampak syok dan cenderung membisu.
"Kondisinya sekarang diam saja. Biasa, orang habis tertangkap masih bingung, apalagi membayangkan ancaman hukumannya yang sangat berat," pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.