TRIBUNGORONTALO.COM – Dibangun persis di belakang Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Wumialo menuai protes dari warga setempat.

Bukan karena lokasinya, melainkan karena limbah cair yang dialirkan ke drainase di samping dapur tersebut.

Dapur MBG atau yang secara nomenklatur disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini beralamat di Jalan Achmad Nadjamudin, Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Untuk menuju dapur ini, pengunjung harus memasuki lorong di sebelah kiri kantor PN Gorontalo. Berjarak sekitar 150 meter dari pintu masuk, dapur MBG tersebut terlihat di sebelah kanan.

Suleman Momiyo, warga yang tinggal di sekitar dapur, mengeluhkan bau tak sedap yang kerap menyeruak. Kepada TribunGorontalo.com, ia mengatakan drainase di kawasan tersebut kini mengeluarkan bau menyengat.

Sebelumnya, memang sudah terdapat drainase di kawasan itu. Namun, menurut Suleman, kondisi berubah sejak cairan hasil operasional dapur MBG dialirkan ke drainase tersebut.

“Jadi ini bau sekali. Saya sudah coba meminta ini baik-baik agar bagaimana dipikirkan solusinya,” kata pria yang akrab disapa Eman itu.

Menurut dia, persoalan tersebut sudah berulang kali diupayakan untuk diatasi. Namun, keluhan yang sama kembali muncul.

Eman berharap solusi permanen segera diterapkan. Ia mengaku lelah jika harus terus berhadapan dengan bau tak sedap tersebut.

“Asli, bau sekali,” kata Eman.

Saat dihubungi TribunGorontalo.com, Staf Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kelas I Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, mengatakan dugaan sementara penyebab bau tersebut adalah air yang menggenang akibat drainase di belakang lokasi SPPG tidak mengalir dengan baik.

Menurut Zulkifli, perlu dibedakan antara proses pengolahan limbah di instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kondisi drainase yang menampung aliran air dari lokasi SPPG.

Ia menjelaskan, pihak SPPG disebut telah mengurus perizinan terkait pengolahan limbah.

Karena itu, menurut dia, dugaan awal penyebab bau bukan berasal dari proses pengolahan limbah di IPAL, melainkan dari air yang tertahan di drainase.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Zulkifli, pihak SPPG telah dua kali melakukan penyemprotan drainase menggunakan air dari PDAM untuk membantu mengatasi genangan.

Namun, keluhan bau kembali disampaikan warga. Zulkifli menduga air yang kembali menggenang akibat drainase tidak mengalir dengan baik dapat menyebabkan bau tersebut muncul lagi.

"Penanganan cepatnya itu, mereka sewa PDAM untuk supaya bisa meminimalkan air yang tergenang itu," ujar pria yang sebelumnya menjabat koordinator SPPG Provinsi Gorontalo ini.

Baca juga: Nama-nama Pejabat Fungsional Pemprov Gorontalo Resmi Dilantik Gubernur Gusnar

Keluhan Warga Berulang

Zulkifli menyebut persoalan tersebut telah dilaporkan sekitar satu bulan lalu. Pihak SPPG, kata dia, sudah berupaya menangani masalah itu. Namun, laporan mengenai bau tak sedap kembali diterima.

Ia mengaku belum melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi terkini drainase tersebut. Meski demikian, pihaknya akan kembali membahas persoalan itu dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Menurut Zulkifli, koordinasi dapat dilakukan dengan pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kota Gorontalo untuk mencari solusi terhadap drainase yang diduga tidak berfungsi optimal.

"Kita akan upayakan koordinasi lagi dengan pemerintah, mungkin kecamatannya, pemerintah kotanya, kira-kira solusinya seperti apa," katanya.

Ia juga membuka kemungkinan mencari alternatif penanganan apabila kondisi drainase yang ada saat ini memang menjadi kendala dalam mengalirkan air dari lokasi SPPG.

Drainase Diduga Tak Mengalir
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com di lokasi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 09.26 Wita, air di drainase di samping SPPG tampak tidak mengalir.

Drainase tersebut membentang di pinggiran area persawahan di sekitar lokasi. Jika ditarik garis lurus, saluran itu diperkirakan mengarah ke drainase yang lebih besar di Jalan Sudirman, tepat di samping sebuah toko ritel.

Namun, saat ditelusuri langsung, drainase tersebut tampak buntu. Belum dapat dipastikan secara teknis apakah kondisi itu menyebabkan air tidak mengalir hingga ke drainase yang lebih besar.

Di lokasi, air terlihat menggenang. Sementara itu, bau tak sedap sesekali tercium di sekitar drainase.

Saat dihubungi, Lukman Kasim Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo, tidak banyak berkomentar.

Ia sendiri baru akan meminta petugasnya untuk mengecek langsung kondisi drainase tersebut. 

“Nanti saya suruh tinjau,” katanya singkat dihubungi via Whatsapp teks.

Sementara itu, Okta Mansa, Kepala SPPG menolak memberikan komentar. Menurutnya, pernyataan dan konfirmasi dari pihak BGN sudah cukup. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.