PROHABA.CO, ACEH SELATAN - Bencana banjir yang menerjang Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, masih merendam permukiman warga hingga Kamis (29/10/2026).

Meski genangan air di beberapa titik mulai menunjukkan penurunan atau surut, jumlah warga yang terpaksa mengungsi justru meningkat.

Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Selatan per Kamis (29/10/2026) pukul 11.04 WIB, banjir akibat luapan Sungai Lae Soraya di Subulussalam dan Krueng Trumon Raya di Aceh Selatan ini masih berdampak pada dua wilayah utama, yakni Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu.

Gampong Lhok Raya, petugas melaporkan ketinggian air sudah mengalami penurunan sekitar 10 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya.

Saat ini, genangan air di badan jalan berada pada kisaran rata-rata 30 sentimeter, sementara air yang merendam bagian dalam rumah warga masih setinggi 40 sentimeter.

Baca juga: Banjir Rendam Dua Gampong di Aceh Selatan, 46 Warga Mengungsi ke Mako Brimob

Banjir di Gampong Lhok Raya berdampak pada 30 Kepala Keluarga (KK) atau 112 jiwa.

Sebanyak 16 KK (46 jiwa) di antaranya masih bertahan di tempat pengungsian di Mako Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Aceh.

Sementara di Gampong Cot Bayu, berbeda dengan Lhok Raya, genangan air di jalan masuk pemukiman Gampong Cot Bayu dilaporkan cukup tinggi, yakni mencapai 60 sentimeter, sedangkan di pekarangan rumah warga berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.

Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan mencatat, banjir di Gampong Cot Bayu berdampak pada 30 kepala keluarga (KK) atau 120 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 KK atau 56 jiwa telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

4 KK dengan 16 jiwa, mengungsi di Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Cot Bayu.

10 KK dengan 40 jiwa, mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang aman dari jangkauan banjir.

Baca juga: Banjir Rendam Tiga Gampong di Aceh Selatan Akibat Hujan Deras

Adapun di Gampong Lhok Raya, sebanyak 30 KK atau 112 jiwa tercatat terdampak banjir.

Dari jumlah tersebut, 16 KK atau 46 jiwa mengungsi ke Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob Polda Aceh.

Secara keseluruhan, akumulasi sementara dari kedua gampong mencatat total warga terdampak mencapai 60 KK atau 232 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 KK atau 102 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Pihak BPBD Aceh Selatan bersama personel gabungan terus menyiagakan tim Reaksi Cepat (TRC) guna memantau pergerakan debit air secara berkala.

Masyarakat yang berada di daerah aliran sungai (DAS) dan zona rawan bencana diimbau untuk tetap bersiap dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu.

BPBD menegaskan bahwa seluruh data terkait korban terdampak, jumlah pengungsi, serta ketinggian air masih bersifat dinamis dan akan diperbarui sesuai kondisi riil di lapangan.

(Serambinews.com/Ilhami Syahputra)

Baca juga: Pemko Banda Aceh Serahkan 18 Armada Pengangkut Sampah, Target Kota Bersih Pukul 08.00 WIB

Baca juga: Satpol PP-WH Aceh Jaya Amankan 10 Pelajar yang Keluyuran Saat Jam Belajar

 

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.