Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Korban banjir yang melanda Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, sejak Minggu (25/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026), membutuhkan bantuan pangan dan pendirian dapur umum.

Banjir juga meluas ke Desa Pinding, Desa Rikit, dan Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel.

Namun, hingga Kamis (29/10/2026), warga terdampak disebut belum menerima bantuan makanan maupun fasilitas dapur umum.

Warga Minta Dapur Umum Segera Didirikan

Camat Bambel, Riduansyah kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Kamis (29/10/2026), mengatakan sebanyak 372 kepala keluarga (KK) di empat desa tersebut terdampak banjir dan membutuhkan bantuan pangan.

"Musibah banjir di Desa Pinding, Rikit, Kuning 1 dan Kuta Buluh, menyebabkan 372 KK terdampak dan butuh bantuan makanan atau didirikan dapur umum.

Masyarakat sudah melaporkan data sementara tersebut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara melalui dinas terkait untuk mendirikan dapur umum," ungkapnya.

Tokoh masyarakat Desa Kuta Buluh, Ramli mengatakan sebanyak 50 KK di desanya terdampak banjir.

Menurutnya, sejak banjir melanda, warga belum menerima bantuan, termasuk bantuan makanan.

"Kami meminta agar dapur umum segera didirikan untuk membantu warga yang terdampak banjir," harap Ramli.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tenggara, Bahagia Wati mengatakan pihaknya telah menampung keluhan warga terdampak banjir dan akan menyampaikannya kepada pimpinan.

"Karena, tidak bisa mendirikan dapur umum tanpa ada dasar atau surat perintah terhadap bencana tersebut.

Dan, pihaknya sudah menurunkan Tim Tagana di lapangan untuk mendata korban terdampak tersebut," katanya.

LSM Korek Aceh Soroti Lambannya Penanganan Banjir

Ketua DPW LSM Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek) Aceh, Irwansyah Putra menilai penanganan korban banjir di Desa Kuning I berjalan lamban.

Ia menyoroti belum tersedianya dapur umum dan tenda bagi warga terdampak.

"Bencana banjir dirasakan mulai hari Minggu (25/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026). Namun, bantuan pangan, air bersih juga tidak mereka dapatkan.

Ini harus secepatnya diambil langkah-langkah untuk mengatasi persoalan ini dan meminta kepada Anggota DPRK Dapil II untuk turun ke lokasi banjir," Tegas Irwansyah. (*)

Baca juga: Pekerjaan Pembersihan Material Banjir di Jembatan Kuning Aceh Tenggara Dinilai Lamban

Baca juga: 12 Desa di Aceh Tenggara Terendam Banjir, Ketinggian Air hingga 1 Meter

Baca juga: Harga Kakao Kering 28 Oktober 2026 di Aceh Tenggara Rp80.000 per Kilogram

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.