Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Pekerjaan penanganan banjir berupa pengerukan material bebatuan yang menyumbat aliran air di bawah Jembatan Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, dinilai berjalan lamban.
Tiga unit alat berat jenis ekskavator dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara mulai bekerja sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi di lokasi, sejak pukul 08.00 WIB, dua unit alat berat telah berada di kawasan Jembatan Kuning I.
Namun, kedua alat berat tersebut belum mulai beroperasi karena masih menunggu instruksi dari pengawas masing-masing.
Wartawan kemudian menghubungi Kepala BWS Sumatera I Aceh, PPK 35 BPJN Aceh, Yuliadi, serta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, untuk menanyakan keterlambatan pengerjaan tersebut.
Tak lama kemudian, alat berat milik BPBD Aceh Tenggara tiba di lokasi.
Selanjutnya, dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan material di bawah Jembatan Kuning I, sedangkan satu unit lainnya diarahkan ke Sungai Lawe Kinga untuk memperbaiki tanggul yang jebol.
Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengatakan penanganan banjir oleh BWS Sumatera I Aceh dan BPJN Aceh dinilai lamban.
Menurutnya, koordinasi dengan petugas hingga pekerja di lapangan masih sulit dilakukan.
Mohd Asbi mengaku terkadang harus menegur dengan keras agar alat berat segera dioperasikan untuk menangani material yang menyumbat aliran air di bawah Jembatan Kuning I.
"Sulit sekali berkoordinasi dengan petugas hingga pekerja di lapangan, bahkan terkadang harus marah-marah untuk mengerahkan alat berat bekerja di bawah Jembatan Kuning.
Karena, apa yang diperintahkan tak seiring dengan pekerja di lapangan," katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Rudi Tarigan meminta Kepala BWS Sumatera I Aceh dan Kepala BPJN Aceh turun langsung ke lokasi banjir di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel.
Menurutnya, penanganan Jembatan Kuning I harus segera dilakukan, termasuk mempertimbangkan pembongkaran jembatan dan penggantian dengan jembatan rangka baja atau Bailey Bridge.
Rudi menilai langkah tersebut perlu segera dipertimbangkan mengingat saat ini memasuki musim penghujan yang berpotensi memicu banjir susulan dengan dampak lebih parah.
"Saya minta Bapak Presiden Prabowo perintahkan Menteri PU untuk segera membongkar Jembatan Kuning I Aceh Tenggara, karena ini menimbulkan bencana bagi rakyat karena terlalu rendah," harapnya. (*)
Baca juga: 12 Desa di Aceh Tenggara Terendam Banjir, Ketinggian Air hingga 1 Meter
Baca juga: Harga Kakao Kering 28 Oktober 2026 di Aceh Tenggara Rp80.000 per Kilogram
Baca juga: Jalan Nasional di Aceh Tenggara Terendam Banjir, Warga Blokir Jalan Transportasi Lumpuh Total
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.