Liputan6.com, Jakarta - Chief Financial Officer (CFO) Robinhood, Shiv Verma, menyoroti pertumbuhan pendapatan Anthropic yang mencapai 1.300% secara tahunan setelah mempelajari prospektus penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut.


"Angka pertumbuhannya benar-benar luar biasa. Tumbuh 1.300% secara tahunan, saya tidak ingat pernah melihat perusahaan lain berkinerja sebaik itu," kata Verma dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (29/10/2026).


Selain itu, Verma tertarik pada informasi mengenai kelompok pelanggan Anthropic berdasarkan nilai belanja mereka. Ia menyoroti bahwa pelanggan yang menghabiskan lebih dari US$ 10 juta per tahun atau Rp 181 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.110), termasuk dalam 250 pelanggan terbesar perusahaan.


Verma menilai jumlah tersebut menarik karena ia memperkirakan kelompok pelanggan dengan pengeluaran sebesar itu akan lebih besar. Menurut dia, data tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar yang masih dapat dijangkau Anthropic.


Verma memiliki alasan khusus untuk mencermati dokumen IPO tersebut. Ia memimpin Robinhood Ventures, portofolio investasi Robinhood yang mencakup sejumlah perusahaan teknologi dan infrastruktur AI, termasuk OpenAI, Databricks, Mercor, dan Cognition.


Respons investor terhadap rencana IPO Anthropic berpotensi memengaruhi penilaian terhadap perusahaan-perusahaan dalam portofolio tersebut dan, pada akhirnya, nilai investasi Robinhood secara keseluruhan.


Selain itu, investor ritel Robinhood diperkirakan akan tertarik memperdagangkan saham Anthropic ketika perusahaan tersebut melantai di bursa. Debut itu juga dapat memengaruhi aktivitas perdagangan saham perusahaan AI lainnya.


 



Anthropic Masih Rugi


Anthropic AI (tech.ifeng.com)
Anthropic AI (tech.ifeng.com)

Berdasarkan laporan Yahoo Finance pada 26 Oktober 2026, Anthropic mencatat pendapatan sebesar US$ 16,3 miliar pada semester I 2026 atau sebesar Rp 295,1 triliun, meningkat dari US$ 1,1 miliar atau Rp 19,9 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perusahaan turut melaporkan kerugian bersih sekitar US$ 80,7 miliar atau Rp 1.461 triliun.


Meski mencatat kerugian besar, Anthropic sukses membukukan laba operasional sebesar US$ 1,62 miliar atau Rp 29,3 triliun berdasarkan perhitungan yang disesuaikan, berbalik dari kerugian US$ 1,85 miliar pada semester I tahun sebelumnya, atau Rp 33,4 triliun. Perusahaan saat ini juga memiliki kas lebih dari US$ 131 miliar atau Rp 2.371 triliun.


Sementara itu, kalangan bankir investasi dilaporkan membidik valuasi IPO Anthropic sekitar US$ 1,5-2 triliun, atau Rp 27.159-36.213 triliun. Perusahaan itu berpotensi melantai di bursa sebelum akhir November 2026 dan berencana mencatatkan sahamnya di Nasdaq dengan kode ANT.


 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.