Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Lokasi bencana tanah retak di Dusun Bangunrejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026), dicek BPBD Kabupaten Blitar.

BPBD akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengetahui penyebab tanak retak tersebut.

Baca juga: Berhasil Selesaikan Musim Giling, MKSO Kebun Dhoho Kediri Pasok 223 Ribu Ton Tebu ke 5 Pabrik Gula

"Kami sudah cek ke lokasi. Kami akan koordinasi dengan PVMBG untuk mengkaji penyebab tanah retak di lokasi," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, dulu, di sekitar lokasi juga pernah terjadi tanah retak.

Maka itu, perlu ada kajian dan penelitian untuk mengetahui bentuk dan penyebab tanah retak di lokasi.

Apalagi di lokasi juga terdapat sejumlah permukiman warga.

"Perlu ada kajian dan penelitian untuk mengetahui bagaimana kondisi tanah di lokasi. Penyebab tanah retak itu fenomena apa. Karena di sana ada permukiman," ujarnya.

Menurutnya, titik tanah di lokasi memang berada di dataran tinggi di wilayah timur utara Kabupaten Blitar.

Sedang bangunan rumah warga berada di pinggir jalan dusun.

"Lokasi permukiman seperti berada di putukan (atas). Sedang di belakang rumah kondisinya curam," katanya.

Kades Bumirejo, Siswoyo mengatakan, tanah retak di lokasi terjadi saat hujan deras pada Rabu (28/10/2026) sore.

Saat terjadi hujan deras, bangunan saluran air di pinggir jalan retak dan ambrol.

Kondisi retakan sekitar 3 meter dengan panjang 25 meter.

Tetapi, kata Siswoyo, tenah retak tersebut juga mengancam sekitar 20 rumah warga di lokasi.

"Bangunan rumah warga juga rawan longsor akibat tanah retak. Rumah warga yang terdampak sekitar 20 KK. Untuk sementara, warga gotong royong menutupi tanah retak di lokasi," katanya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.