Liputan6.com, Jakarta - Baju yang sudah dicuci terkadang masih menyimpan bau keringat, terutama pada bagian ketiak dan punggung. Kondisi ini bisa membuat pakaian terasa kurang nyaman saat digunakan kembali. Bahkan, aroma tersebut terkadang muncul lagi setelah baju disimpan atau terkena panas tubuh selama beraktivitas.


Bau keringat pada pakaian dapat muncul akibat sisa keringat, minyak tubuh, dan bakteri yang menempel pada serat kain. Penggunaan deterjen yang kurang sesuai, proses pencucian yang terburu-buru, serta kebiasaan menumpuk pakaian sebelum dicuci juga dapat membuat masalah ini terus berulang.


Berikut ini adalah beberapa langkah cara menghilangkan bau keringat pada baju di rumah yang telah dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (1/11/2026). Ikuti langkah-langkah mudah ini supaya baju di rumah bisa kembali fresh tanpa ada bau apek yang tertinggal.



1. Pisahkan Baju yang Berbau Keringat dari Pakaian Lain


Pisahkan Baju yang Berbau Keringat dari Pakaian Lain. (AI Generated)
Pisahkan Baju yang Berbau Keringat dari Pakaian Lain. (AI Generated)

Sebelum mencuci, pisahkan baju yang menyimpan bau keringat dari pakaian lain. Periksa bagian ketiak, kerah, dan punggung karena area tersebut sering bersentuhan langsung dengan keringat. Pemisahan ini membantu mencegah aroma berpindah ke pakaian lain selama proses penyimpanan maupun pencucian.


Jangan langsung memasukkan pakaian yang terkena keringat ke dalam keranjang tertutup, terutama jika kondisinya masih lembap. Gantung terlebih dahulu di tempat yang memiliki sirkulasi udara sambil menunggu waktu mencuci. Periksa juga label perawatan untuk mengetahui petunjuk pencucian yang sesuai dengan bahan pakaian.



2. Bilas Bagian Baju yang Terkena Keringat


Salah satu cara menghilangkan bau keringat pada baju adalah membilas bagian yang terkena keringat sebelum mencuci seluruh pakaian. Gunakan air mengalir untuk membantu mengangkat sisa keringat, minyak tubuh, dan kotoran yang menempel pada kain. Perhatian utama dapat diberikan pada bagian dalam ketiak dan punggung.


Balik pakaian agar bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit terkena air. Gosok perlahan menggunakan tangan untuk membantu melepaskan sisa kotoran. Hindari mengucek terlalu kuat karena dapat merusak serat kain. Setelah dibilas, lanjutkan dengan proses pencucian atau perendaman jika aroma masih tertinggal.



3. Rendam Baju Menggunakan Larutan Cuka Putih


Rendam Baju Menggunakan Larutan Cuka Putih. (AI Generated)
Rendam Baju Menggunakan Larutan Cuka Putih. (AI Generated)

Cuka putih dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi bau yang tertinggal pada pakaian. Campurkan satu bagian cuka putih dengan empat bagian air di dalam wadah. Masukkan pakaian dan pastikan bagian yang menyimpan bau ikut terendam. Diamkan selama sekitar 20–30 menit sebelum melanjutkan proses pencucian.


Setelah perendaman selesai, cuci pakaian menggunakan deterjen sesuai petunjuk pada kemasan. Periksa label perawatan terlebih dahulu untuk memastikan bahan kain dapat menerima perlakuan tersebut. Hindari mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi keduanya dapat menghasilkan gas berbahaya bagi kesehatan.



4. Gunakan Baking Soda untuk Membantu Menetralkan Bau


Baking soda atau soda kue dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau keringat pada pakaian. Larutkan sekitar setengah cangkir baking soda ke dalam satu ember air, kemudian masukkan baju yang ingin dicuci. Pastikan bagian yang menyimpan aroma terendam dan diamkan selama kurang lebih 30 menit.


Untuk bagian ketiak, baking soda juga dapat dibuat menjadi pasta dengan menambahkan sedikit air. Oleskan pada area yang berbau, diamkan beberapa menit, kemudian bilas sebelum mencuci pakaian menggunakan deterjen. Lakukan pengujian pada bagian kain yang tersembunyi terlebih dahulu, terutama untuk pakaian berwarna.



5. Oleskan Deterjen pada Bagian yang Menyimpan Bau


Oleskan Deterjen pada Bagian yang Menyimpan Bau. (AI Generated)
Oleskan Deterjen pada Bagian yang Menyimpan Bau. (AI Generated)

Bagian ketiak sering menyimpan campuran keringat, minyak tubuh, dan sisa deodoran yang menempel pada kain. Untuk membersihkannya, tuangkan sedikit deterjen cair pada bagian dalam pakaian yang berbau. Ratakan menggunakan jari atau sikat berbulu lembut agar produk mengenai area yang perlu dibersihkan.


Diamkan selama 10–15 menit atau ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan deterjen. Setelah itu, cuci pakaian menggunakan tangan atau mesin cuci sesuai jenis kain. Gunakan takaran deterjen berdasarkan jumlah pakaian agar tidak meninggalkan sisa produk yang dapat menumpuk pada serat kain.



6. Cuci Baju dengan Air Sesuai Petunjuk Label


Suhu air dapat memengaruhi proses pencucian pakaian. Air hangat dapat membantu melepaskan minyak tubuh dan kotoran yang menempel pada kain. Namun, tidak semua bahan pakaian dapat dicuci menggunakan air hangat. Periksa label perawatan untuk mengetahui suhu air yang diperbolehkan sebelum memulai pencucian.


Jika pakaian hanya boleh dicuci menggunakan air dingin, ikuti petunjuk tersebut dan gunakan deterjen sesuai takaran. Pilih siklus pencucian berdasarkan bahan pakaian agar proses pembersihan tidak merusak kain. Setelah selesai, periksa bagian ketiak dan area lain yang sebelumnya menyimpan bau sebelum menjemurnya.



7. Jemur Baju sampai Benar-Benar Kering


Jemur Baju sampai Benar-Benar Kering. (AI Generated)
Jemur Baju sampai Benar-Benar Kering. (AI Generated)

Setelah dicuci, segera keluarkan pakaian dari mesin cuci agar tidak terlalu lama berada dalam keadaan basah. Gantung baju di tempat yang memiliki sirkulasi udara dan beri jarak antarpakaian. Cara ini membantu udara bergerak di sekitar kain sehingga proses pengeringan dapat berlangsung secara merata.


Jika bahan pakaian memungkinkan, jemur di bawah sinar matahari sesuai petunjuk perawatan. Pastikan bagian dalam, terutama area ketiak, sudah kering sebelum pakaian dilipat. Apabila cuaca tidak mendukung, gunakan kipas angin atau alat pengering yang sesuai agar kelembapan tidak tertinggal pada kain.



8. Gunakan Deterjen dengan Enzim untuk Bau yang Membandel


Jika bau keringat masih tertinggal setelah pencucian, pertimbangkan menggunakan deterjen yang mengandung enzim. Kandungan tersebut membantu menguraikan kotoran organik, termasuk sisa protein dan minyak tubuh yang menempel pada serat kain. Periksa informasi produk untuk mengetahui kandungan dan jenis pakaian yang sesuai.


Gunakan deterjen berdasarkan takaran pada kemasan dan ikuti petunjuk pencucian. Pastikan produk tersebut cocok dengan bahan pakaian karena beberapa kain memerlukan perawatan khusus. Wol dan sutra, misalnya, membutuhkan deterjen yang memang diperuntukkan bagi kedua jenis bahan tersebut agar seratnya tidak mengalami kerusakan.



Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menghilangkan Bau Keringat pada Baju


Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menghilangkan Bau Keringat pada Baju. (AI Generated)
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menghilangkan Bau Keringat pada Baju. (AI Generated)

Selain memilih cara pencucian yang sesuai, perhatikan beberapa kebiasaan yang dapat membuat bau keringat tetap menempel pada pakaian. Kesalahan berikut perlu dihindari agar proses mencuci dapat membantu mengatasi sumber aroma.


1. Menumpuk Baju dalam Keadaan Basah: Pakaian yang terkena keringat sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke keranjang tertutup. Kelembapan yang tertahan dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme dan membuat bau semakin sulit dihilangkan saat pakaian dicuci.


2. Menggunakan Deterjen secara Berlebihan: Menambahkan deterjen melebihi takaran tidak selalu membuat pakaian lebih bersih. Sisa deterjen dapat tertinggal pada kain dan menumpuk bersama kotoran. Ikuti petunjuk penggunaan berdasarkan jumlah pakaian dan kapasitas mesin cuci.


3. Mencampur Cuka dengan Pemutih Klorin: Jangan mencampurkan cuka putih dengan pemutih yang mengandung klorin. Kombinasi kedua bahan tersebut dapat menghasilkan gas beracun yang membahayakan pernapasan. Gunakan satu bahan pada satu waktu dan bilas pakaian sebelum memakai produk lain.


4. Langsung Menyetrika Baju yang Masih Berbau: Menyetrika pakaian yang belum bebas dari bau bukan cara untuk mengatasi sumber masalah. Panas setrika juga dapat memengaruhi noda atau sisa kotoran yang masih menempel. Pastikan pakaian sudah dicuci dan dikeringkan sebelum disetrika.


5. Menyimpan Baju Sebelum Kering: Pakaian yang masih lembap sebaiknya tidak langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari. Kelembapan yang terperangkap dapat memicu munculnya bau apek. Pastikan seluruh bagian pakaian, termasuk ketiak dan lipatan kain, sudah kering.



Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Bau Keringat pada Baju


1. Mengapa Baju Masih Bau Keringat Meski Sudah Dicuci?


Baju dapat tetap berbau karena sisa keringat, minyak tubuh, dan bakteri masih menempel pada serat kain. Penumpukan deterjen dan proses pengeringan yang kurang tepat juga dapat menyebabkan masalah ini.


2. Apakah Baking Soda Bisa Menghilangkan Bau Keringat pada Baju?


Baking soda dapat membantu mengurangi bau yang tertinggal pada pakaian. Larutkan dalam air untuk merendam baju sebelum dicuci. Periksa jenis kain dan lakukan pengujian sebelum menggunakannya.


3. Berapa Lama Baju Harus Direndam agar Bau Keringat Hilang?


Waktu perendaman bergantung pada bahan yang digunakan. Jika memakai larutan cuka putih, pakaian dapat direndam sekitar 20–30 menit sebelum dicuci menggunakan deterjen sesuai petunjuk produk.


4. Apakah Cuka Putih Bisa Menghilangkan Bau Keringat pada Baju?


Cuka putih dapat membantu mengurangi bau pada pakaian karena kandungan asamnya. Campurkan dengan air sebelum digunakan dan jangan pernah mencampurnya dengan pemutih berbahan klorin.


5. Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Keringat pada Baju Tanpa Dicuci?


Untuk sementara, gantung pakaian di tempat yang memiliki sirkulasi udara agar kelembapannya berkurang. Namun, cara ini tidak menghilangkan sisa keringat dan kotoran sehingga pakaian tetap perlu dicuci.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.