Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN–PAPUA.COM, SENTANI - Sebanyak 13 kepala kampung dan anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengambil sumpah janji jabatan dan pelantikan di halaman Kantor Distrik Kemtuk, Senin (2/11/2026).

Acara pelantikan ini dipimpin oleh Bupati Jayapura Yunus Wonda, didampingi Asisten I Setda Gilbert Yakwart, Asisten III Setda Abdul Rahman Basri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Kapolsek Kemtuk, belasan kepala kampung dan keluarga, serta masyarakat setempat.

Kepala kampung dilantik dari Distrik Kemtuk yakni, Kampung Kwansu, Namboom, dan Mamda. Distrik Kemtuk Gresi, Pj Kepala Kampung Jagrang, Distrik Nimboran, Kampung Benyom.

Baca juga: Puluhan Korban Keracunan MBG di Jayapura Ditangani, Bupati Yunus Wonda: Belum Ada Korban Jiwa

Distrik Nimbokrang, Kampung Nimbokrang, Nimbkrang Sari, Berap, Sarmai Bawah, Imestum, Besum, Karyabumi, dan Kampung Sanggai.

Bupati Jayapura Yunus Wonda mengatakan pelantikan ini dilakukan terpusat di kantor Distrik Kemtuk mengingat lokasi antar kampung yang berjauh-jauhan. Hal ini juga untuk menghemat waktu dan menekan biaya. 

“Kalau saya turun setiap kampung waktu tidak cukup jadi kita sentralkan di satu tempat. Kalau ada di wilayah Tanah Merah kita fokuskan di satu distrik saja,” ujarnya.

Bupati menegaskan agar aparat kampung yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka melayani masyarakat.

 Ia juga meminta agar kepala kampung dapat memperhatikan hirarki jalur koordinasi dari tingkat kampung hingga kabupaten.

“Kita terus bekerja memaksimalkan tugas dan tanggung jawab mereka yang dipercayakan dan membangun koordinasi dengan kepala distrik, karena yang diatas saya ini kepala distrik, tidak memungkinkan kepala kampung juga bisa hadir, kita harus mengerti hirarki, kalau kita lewat langsung, menjadi konflik yang tidak bagus,” kata Yunus.

Ia meyakini  kepala kampung yang dilantik hari ini memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membangun Kabupaten Jayapura khusunya di kampung-kampung, terutama di wilayah Grime Nawa yang difokuskan menjadi zona pertanian dan peternakan.

“Di wilayah Grime Nawa memang memfokuskan komoditas kakao dan kopi. Kopi di wilayah Grime Nawa yang hari ini sedang di pamerkan di Belanda, seluruh penikmat kopi ada disana, satu-satunya dari Kabupaten Jayapura dari wilayah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu bupati menepis isu terkait kerjsama pemerintah mendatangkan investor yang membuka hutan masyarakat adat.

Baca juga: Bupati Jayapura Berang Puskesmas Dipalang, Yunus Wonda: Itu Bukan Adat, Cuma Mau Uang Instan

“Itu tidak benar isu dengan perusahaan untuk pengambilan hak ukalay masyarakat adat, kita tidak seperti itu, ini orang bangun opini publik saja,” tegas Bupati.

Sementara Kepala Kampung Benyom, Rosita Tecuari mengucapkan terimasih kepada seluruh masyarakat yan telah mendukungnya sebagai kepala kampung.

Rosita menjelaskan, program kerja dalam waktu dekat ini, ia akan membuat peraturan kampung terkait pemetaan wilayah adat dan profil kampung.

Pemerintah kampung akan berkolaborasi dengan pihak adat sehingga melahirkan aturan kampung yang bersinergi dengan aturan-aturan adat.

“Sebagai kepala kampung saya tidak bisa masuk ke dalam wilayah adat, karena itu saya akan bergerak di wilayah administrasi kampung. Saya mau buat sesuatu yang bisa menjadi contoh agar pembangunan yang berjalan diatas wilayah adat, maka harus duduk dengan tokoh adat pemilik hak ulayat,” ujarnya. (*) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.