TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI — Tangis histeris dan suasana haru menyelimuti kediaman ibu dan anak, Siti Habiah (47) dan Adisa (5),  yang menjadi korban dalam tragedi kecelakaan maut truk molen di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) sore.

Sejak Senin (2/11/2026) pukul 08.00 WIB, rumah duka di Jalan Siliwangi Gang Mandor Aleh RT 04 RW 04, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, tampak dipadati pelayat yang berdatangan menyampaikan belasungkawa.

Kerabat dan tetangga bergantian memeluk Dul Alim (48), suami Siti sekaligus ayah Adisa, yang mengenakan peci hitam dan baju koko cokelat. Alim tak kuasa menahan air matanya ketika ditenangkan oleh para warga.

Baca juga: Pergi Kondangan Berujung Maut, Kisah Pedagang Surabi di Ciracas Jadi Korban Truk Molen Bekasi

"Yang kuat ya, Pak," ucap salah seorang pelayat menguatkan Alim di rumah duka, Senin (2/11/2026).

Jenazah Adisa tiba di rumah duka pada Minggu malam, disusul jenazah sang ibu pada Senin dini hari.

Sekira pukul 08.34 WIB, kedua jenazah dibawa menuju Masjid Jami Al Huda untuk disalatkan. Jenazah Siti Habibah berada di dalam peti putih, sementara balita Adisa disemayamkan di dalam keranda berbalut kain hijau dihiasi bunga.

Sejumlah guru serta teman sekolah Adiba—kakak Adisa—turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Suami Menangis Histeris

Usai disalatkan pada pukul 08.47 WIB, rombongan pelayat mengantarkan kedua jenazah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) keluarga pihak suami.

Prosesi penurunan jenazah diawali dengan jasad Siti Habibah. Peti putih yang membungkus tubuhnya dibuka sebelum jasadnya perlahan dikebumikan ke tanah liang lahat diiringi lantunan azan.

Setelah liang lahat ditutup tanah merah, Dul Alim menaburkan bunga di atas makam sang istri.

Duka memilukan kembali berlanjut saat Alim harus mengantarkan putri kecilnya, Adisa, ke liang lahat yang persis berada di samping sang ibu.

Usai seluruh prosesi pemakaman selesai dan doa bersama dipanjatkan, momen paling menyayat hati terjadi ketika rombongan hendak berpamitan meninggalkan TPU.

Langkah kaki Dul Alim mendadak terhenti di hadapan pusara sang istri. Ia berlutut lalu menangis tersedu-sedu di atas tanah merah yang masih basah.

Alim yang sangat terpukul terus berusaha dikuatkan oleh Lala, adik kandungnya yang baru tiba dari Lampung.

Kakak Korban Pingsan di TPU

Kesedihan semakin tak terbendung saat keluarga mendatangi makam Adisa. Adiba, kakak perempuan Adisa, tak sanggup menahan duka berat hingga akhirnya pingsan di lokasi pemakaman,

Dia pun harus digotong kembali ke rumah duka untuk mendapatkan pertolongan.

Kepergian Siti Habiah dan Adisa secara mendadak dalam tragedi truk molen maut ini menyisakan duka membekas, tidak hanya bagi Dul Alim dan keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga seluruh warga Sepanjang Jaya, Rawalumbu. (Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.