TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Pertandingan sepak bola yang seharusnya menjadi ajang adu kemampuan justru diwarnai aksi kekerasan di Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi brutal pemain di lapangan viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan babak delapan besar yang mempertemukan Desa Tiangau melawan Desa Tebang di Lapangan Sulaiman Abdullah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin (2/11).
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pemain Desa Tebang bernomor punggung 38 diduga melakukan tekel keras terhadap pemain Tiangau bernama Saulihin.
Aksi tersebut menjadi sorotan karena keduanya terlihat sedang berebut bola ketika insiden terjadi.
Yang mana Saulihin sedang menggiring bola. Saulihin langsung terjatuh dan tampak kesakitan setelah kakinya terkena tekel.
Akibat kejadian itu, Saulihin tidak mampu melanjutkan pertandingan dan dievakuasi dari lapangan dan dilarikan ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan penanganan medis.
Humas RSUD Tarempa, Januardi, membenarkan pemain tersebut sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Menurutnya, saat tiba Saulihin masih dalam kondisi sadar, tetapi mengalami patah tulang pada bagian kaki.
"Namun kondisi kaki memang patah di area tulang kering. Itukan tulang utama di kaki. Hari ini sudah kita rujuk ke rumah sakit yang ada di Batam," ujar Januardi, Selasa (03/11).
Cedera yang dialami Saulihin bukan satu-satunya insiden yang menjadi perhatian dalam pertandingan tersebut.
Pemain Desa Tebang dengan nomor punggung yang sama juga diduga melakukan tindakan kasar terhadap pemain Tiangau lainnya, Saddam Hussein.
Dalam video yang beredar, pemain tersebut terlihat melakukan pukulan ke arah perut Saddam Hussein.
Padahal, keduanya sedang tidak berebut bola, melainkan sedang menunggu umpan.
Meski diwarnai sejumlah insiden, Desa Tiangau akhirnya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 atas Desa Tebang.
Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah mereka ke babak semifinal.
Namun, kemenangan itu harus dibayar dengan cedera serius yang dialami salah satu pemainnya.
Ketua Karang Taruna Mekar Indah Desa Tiangau, Taufik, menyayangkan jalannya pertandingan yang menurutnya diwarnai permainan terlalu keras dari kubu lawan.
Namun, tindakan yang membahayakan keselamatan pemain dinilainya tidak seharusnya terjadi dalam sebuah kompetisi sepak bola.
"Kami bersyukur atas kemenangan ini. Semua berkat perjuangan pemain dan ofisial. Namun, sangat disayangkan pertandingan diwarnai cara bermain yang menurut kami terlalu kasar,"katanya.
Taufik juga menuturkan bahwa secara khusus menyoroti kejadian yang menimpa Saddam Hussein serta tekel terhadap Saulihin yang berujung cedera patah tulang.
"Salah satunya kejadian terhadap Saddam Hussein dan yang lebih fatal tekel terhadap Saulihin hingga mengalami cedera serius. Kami sangat mengecam permainan seperti ini,"terangnya.
Taufik juga berharap wasit dan panitia turnamen dapat lebih jeli dalam mengawasi jalannya pertandingan.
Ketegasan perangkat pertandingan dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang dan pemain bisa bertanding dengan aman.
Menurutnya, persaingan dalam turnamen seharusnya ditentukan oleh kemampuan, strategi, dan kualitas permainan masing-masing tim, bukan melalui tindakan yang dapat mencederai lawan.
“Kami juga mengingatkan bahwa keselamatan pemain harus menjadi perhatian utama.
Soalnya sepak bola merupakan olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, bukan ajang untuk melampiaskan emosi hingga membahayakan orang lain,”jelasnya.
Bantah Anak Didik Bermain Brutal
Sosok pemain Desa Tebang bernomor punggung 38 yang menjadi sorotan setelah insiden di Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Kepri 2026 akhirnya terungkap.
Pemain tersebut diketahui bernama Deni Mardian .I a berposisi sebagai centre back atau pemain bertahan dalam skuad Desa Tebang.
Nama Deni menjadi sorotan setelah dua pemain Desa Tiangau mengalami cedera saat kedua tim bertanding di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Senin (2/11).
Dalam pertandingan tersebut, Deni terlibat dua insiden yang berujung pada cedera pemain lawan.
Insiden pertama terjadi pada menit ke-28. Saat itu, pemain Tiangau, Saddam Hussein, sedang menunggu umpan dari rekannya. Namun, Deni tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah Saddam.
Akibat kejadian tersebut, Saddam sempat mengalami kesulitan bernapas. Tim medis yang berada di lapangan kemudian memberikan bantuan menggunakan tabung oksigen.
Insiden berikutnya terjadi lima menit berselang atau pada menit ke-33. Kali ini, pemain Tiangau lainnya, Saulihin, menjadi korban tekel keras saat sedang menggiring bola.
Benturan tersebut membuat Saulihin mengalami patah tulang kering. Namun, karena keterbatasan peralatan medis di Anambas, ia kemudian harus dirujuk ke Kota Batam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kejadian ini pun menuai sorotan setelah video insiden tersebut beredar di media sosial.
Menanggapi hal itu, Manager Desa Tebang, Jeri, membantah anggapan bahwa pemainnya sengaja bermain brutal hingga mencederai lawan.
Ia bahkan meminta agar media tidak menggunakan istilah yang dinilainya dapat memberikan kesan negatif terhadap pemain Desa Tebang.
"Dari mana dapat bahasa brutal itu, pakai bahasa molek (bagus) sedikit," ujar Jeri, Selasa (3/11).
Jeri menegaskan, pihaknya tidak pernah berniat melakukan pelanggaran yang sampai mengakibatkan pemain lawan mengalami cedera.
"Kalau dari pihak kami, tidak ada niat untuk melakukan pelanggaran, apalagi sampai terjadi hal seperti itu. Kejadian tersebut benar-benar tidak disengaja," katanya.
Ia juga mengaku telah mendatangi pihak Tiangau untuk membicarakan kejadian yang berlangsung di lapangan.
Menurutnya, pertemuan tersebut berjalan baik dan pihak Tiangau disebut telah memahami situasi yang terjadi.
"Kami juga sudah mendatangi rekan-rekan dari Tim Tiangau. Alhamdulillah, kawan-kawan memahami situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan," ungkapnya.
Jeri berharap media dapat membantu meluruskan informasi agar kejadian tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Kami berharap media dapat membantu meluruskan informasi yang keliru agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tutupnya.(san)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.