TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sebanyak 769 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatatkan omzet mencapai Rp2,94 miliar selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan data PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), klaim total omzet yang dibukukan mencapai Rp2.940.564.568 selama tiga hari pelaksanaan, yakni 9-11 Oktober 2026.
Puncak transaksi terjadi pada hari ketiga penyelenggaraan dengan nilai penjualan sekitar Rp1,638 miliar. Angka tersebut menyumbang 55,7 persen dari total omzet UMKM selama ajang balap motor internasional itu berlangsung.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan keterlibatan UMKM dalam ajang internasional tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, penyelenggaraan event berskala internasional memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.
“Ke depan, ITDC akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran. Dengan kesiapan usaha yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan The Mandalika,” ujar Febrina dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Dari total 769 UMKM yang terlibat, sebanyak 310 tenant beraktivitas di kawasan komersial Pertamina Mandalika International Circuit. Jumlah tersebut terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional.
Rinciannya, 180 UMKM merupakan binaan dinas, 73 tenant berada di area festival, 47 tenant di area grandstand, serta masing-masing lima tenant di area Nusantara dan Paddock Cafe.
Partisipasi tersebut juga melibatkan 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina di area festival. Selain itu, pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota turut berpartisipasi melalui Lombok Sumbawa Festival.
Sementara itu, di luar kawasan sirkuit terdapat 459 UMKM yang meramaikan aktivitas perdagangan. Sebanyak 189 UMKM berjualan di area Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol. II, sedangkan 270 UMKM lainnya berada di area parkir dan sejumlah titik sekitar sirkuit.
Berdasarkan kontribusi omzet, area Commercial Booth menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,125 miliar atau 38,3 persen dari total transaksi.
Selanjutnya, UMKM binaan menyumbang Rp848,99 juta atau 28,9 persen, UMKM Dinas sebesar Rp715,01 juta atau 24,3 persen, serta Paddock Area sebesar Rp251,38 juta atau 8,5 persen.
Dari sisi jenis produk, makanan lokal atau local food mendominasi penjualan dengan kontribusi 29,7 persen. Disusul kopi sebesar 22,9 persen, minuman 20 persen, makanan ringan atau snack 16,8 persen, serta makanan bergaya Barat atau western food sebesar 10,7 persen.
Sejumlah tenant yang mencatatkan nilai penjualan menonjol di antaranya Soto Seger Boyolali, Batagor Sultan, dan Bakso Maulana Barokah.
Selain menyediakan ruang perdagangan, ITDC juga menghadirkan Mandalika Street Food Festival Vol. II pada 9-10 Oktober 2026 di kawasan Bazaar Mandalika.
Kegiatan tersebut mengusung konsep community-based tourism dengan tema tropis. Festival ini menjadi ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk memperkenalkan produk kuliner serta kreativitas daerah kepada pengunjung.
Melalui keterlibatan ratusan UMKM dalam ajang internasional, ITDC berharap aktivitas pariwisata di The Mandalika dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara penyelenggaraan event internasional, aktivitas wisata, dan pertumbuhan usaha lokal di NTB.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.