TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU TIMUR - Kontingen Luwu Timur (Lutim) dibekali tumbler selama mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.
Tumbler itu dibagikan kepada para atlet.
Porprov Sulsel digelar di Kabupaten Bone dan Wajo mulai 7 November.
Ketua KONI Lutim, Herawan Raditya, mengatakan tumbler diberikan untuk mengurangi sampah plastik di arena pertandingan.
"Tentu untuk mengurangi sampah plastik. Kita mau kampanyekan itu. Termasuk dalam barisan defile nanti, kita akan tampilkan kostum daur ulang sampah plastik," kata Herawan kepada Tribun-Timur.com, Rabu (4/11/2026) pagi.
Perlengkapan atlet kini menunggu waktu dibagikan.
Rencananya, perlengkapan itu diserahkan sebelum kontingen berangkat pada Kamis (5/11/2026).
Isinya tas, sepatu, baju, jaket, training, dan tumbler.
Jaket dan training dipesan langsung dari Bandung.
"Perlengkapan atlet itu ada tas, sepatu, baju, jaket, dan training ditambah tumbler tadi. Jaket dan training kontingen kita pesan langsung dari Bandung. Karena kita mau bahannya premium," jelas Herawan.
Perlengkapan dipesan sebanyak 600 buah.
Pembagiannya untuk atlet, pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga (cabor), dan KONI.
"Totalnya ada 600 pcs. Sablon jaket dan training kita pakai teknik sablon polyflex reflective chameleon. Sehingga nanti terlihat seperti menyala," tambah alumnus Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.
KONI Lutim juga menyiapkan uang saku untuk atlet dan pelatih.
Atlet menerima Rp1 juta.
Pelatih menerima Rp2 juta.
Uang saku diserahkan lewat jalur ampra.
Penerima menandatangani bukti sebelum dana diberikan.
"Nanti lewat jalur ampra. Yang bersangkutan langsung tanda tangan sebelum dana diberikan," kata Herawan.
Pesan ramah lingkungan juga dibawa dalam defile pembukaan.
Kontingen Lutim akan tampil dengan kostum daur ulang dari limbah plastik.
Kontingen dipimpin Ketua Kontingen Ramadhan Pirade, yang juga Sekretaris Daerah.
Jumlahnya 579 orang.
Rinciannya, 340 atlet, 196 pelatih dan ofisial, 10 tenaga medis, serta 33 pengurus KONI.
Mereka bertanding di 32 cabang olahraga.
Sebanyak 17 cabor berlangsung di Bone dan 15 di Wajo.
Lutim juga membawa dua maskot, Buno dan Deno.
Buno terinspirasi ikan butini, spesies endemik Danau Matano.
Deno merepresentasikan buah dengen, kekayaan hayati khas Lutim.
Selain itu, kontingen menyiapkan penari Moriringgo dari Suku Padoe.
Defile juga menampilkan pakaian adat berbagai suku dan barisan 12 anak suku Tana Luwu.
Kesiapan Kontingen
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menantang para pemain sepak bola putra untuk menjadikan Porpro XVIII Sulsel sebagai momentum membuka jalan menuju kompetisi sepak bola profesional.
Pesan tersebut disampaikan Irwan saat melepas skuad Perslutim yang akan berlaga di Porprov Sulsel 2026.
"Ini kesempatan menunjukkan kualitas individu di hadapan pencari bakat maupun klub sepak bola," ujar oran nomor satu di daerah berjulul Bumi Batara Guru itu.
Ia berharap para pemain berani bermimpi menembus kompetisi yang lebih tinggi termasuk Liga 3.
Itu bisa digapai dengan menunjukkan penampilan terbaik sepanjang turnamen.
Menurutnya, setiap pemain harus memiliki kepercayaan diri dan mental bertanding yang kuat.
Kendati demikian, para pemai diminta menghormati seluruh lawan yang ada.
“Yang penting lolos dulu dari babak penyisihan. Jangan gentar dengan tim mana pun yang dihadapi,” tegas Irwan.
Di Grup D, Luwu Timur akan bersaing dengan tiga tim lainnya.
Diantaranya Makassa, Gowa, dan Maros.
Diketahui skuad Luwu Timur di nakhodai juru taktik kawakan Eric Saputra Firdaus.
Pria kelahiran Palopo, 25 Oktober 1983 itu adalah pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan PSSI Diploma B.
Askab PSSI Luwu Timur memilih Eric lantaran prestasinya bersama tim muda PSM Makassar.
Eric pernah membawa tim PSM Makassar U-16 Juara Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 2021.
Sekaligus menyabet penghargaan sebagai Best Coach (Pelatih Terbaik) EPA U-16 2021.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.