TRIBUNNEWS.COM, TEGAL — Keunggulan SMA Negeri 4 Tegal bertahan hingga detik-detik terakhir waktu normal. Namun, gol balasan SMK Bina Nusa Slawi membuat perebutan gelar juara putra harus berlanjut ke perpanjangan waktu, kemudian adu penalti. SMA 4 akhirnya keluar sebagai pemenang dan melengkapi keberhasilan sekolah itu meraih gelar putri.

Final Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 Tegal Series with by.U – Piala Wali Kota Tegal berlangsung di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Selasa (3/11/2026). Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu berakhir. Nesfan Maulana memastikan kemenangan SMA 4 melalui tendangan penalti penentu.

Hasil itu menutup pertandingan yang ketat sejak babak pertama. SMA 4 berusaha membuka pertahanan lawan dengan mengalirkan bola, sementara Bina Nusa menjaga kerapatan pertahanan dan mencari kesempatan melakukan serangan balik.

Saling Menahan

Ananda Bagas dan Michael Tegar Aryanto terlibat dalam upaya SMA 4 membangun serangan. Pergantian arah bola menjadi salah satu cara mereka mencari celah di pertahanan Bina Nusa.

Di kubu lawan, Muhammad Teguh Farhan membantu menutup jalur serangan. Bina Nusa juga beberapa kali mengancam melalui Arvero dan Dimas Alvarez ketika memperoleh kesempatan beralih menyerang.

Penampilan kedua penjaga gawang turut menjaga skor. Muhammad Cesar Muzat di bawah mistar SMA 4 dan Muhammad Iksan Eko Pratama di kubu Bina Nusa menggagalkan sejumlah peluang. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Keseimbangan baru berubah pada fase akhir babak kedua. Muhammad Faisal Abdah, pemain SMA 4 bernomor punggung 27, melepaskan diri dari penjagaan dan mencetak gol pembuka.

Keunggulan 1-0 mendekatkan SMA 4 kepada gelar juara. Bina Nusa, bagaimanapun, masih menemukan kesempatan untuk membalas.

Melalui tendangan sudut pada detik-detik terakhir, Arvero mengirim bola yang dimanfaatkan Dimas Alvarez menjadi gol. Skor berubah menjadi 1-1. Pertandingan yang hampir selesai dengan kemenangan SMA 4 pun harus berlanjut.

Baca juga: TPAAF 2026 di Tegal, by.U Dukung Antusiasme Tim dan Suporter

Penentuan dari Titik Penalti

Tidak ada gol tambahan sepanjang perpanjangan waktu. Kedua tim mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir dan pertahanan lawan membuat skor tetap bertahan.

SMA 4 sempat memperoleh kesempatan melalui serangan balik tiga lawan satu. Peluang tersebut tidak berbuah gol. Bina Nusa juga belum mampu menambah gol meskipun beberapa kali menekan pertahanan lawan.

Pada adu penalti, Cesar menggagalkan tendangan kapten Bina Nusa, Dika Tri Febrian. Namun, SMA 4 belum langsung memastikan gelar karena eksekusi Faisal Abdah membentur tiang.

Nesfan kemudian menuntaskan pertandingan. Keberhasilannya mengeksekusi penalti penentu memastikan SMA 4 menjadi juara putra, menyusul keberhasilan tim putri dari sekolah yang sama.

Bagi Bina Nusa, posisi kedua menjadi akhir perjalanan mereka. Gol pada pengujung waktu normal menunjukkan bahwa tim asal Slawi itu mampu menjaga peluang juara hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Persaingan dan Harapan Pembinaan

Ketatnya final sejalan dengan perkiraan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Saat menyaksikan pertandingan, ia memperkirakan final akan berlangsung ketat dan berpeluang ditentukan melalui adu penalti. Menurut dia, kemungkinan itu menjadi salah satu bagian menarik dari partai puncak.

Dukungan penonton menyertai persaingan kedua tim. Suporter SMA 4 dan Bina Nusa bergantian menyanyikan dukungan sejak sebelum pertandingan dimulai. Guru dan orang tua juga hadir di antara pendukung sekolah.

Gol penyama Bina Nusa memperpanjang ketegangan, sedangkan penalti penentu Nesfan mengakhiri penantian SMA 4. Sekolah itu menutup turnamen dengan dua gelar, setelah tim putra dan putrinya sama-sama menjadi juara.

Di luar hasil pertandingan, penyelenggara menaruh harapan pada kelanjutan pembinaan pemain. General Manager sekaligus National Project Manager TPAAF 2026, Danang Purwoko, dalam sambutan menjelang final menyampaikan rencana seleksi pemain untuk mendapatkan kesempatan mengikuti training camp di Spanyol.

“Kita mau bawa ke panggung nasional bahkan ke panggung internasional,” katanya.

Manager Mobile Consumer Branch Pekalongan Telkomsel, Suwandi Aprianto, juga menekankan manfaat olahraga bagi pelajar dalam sambutannya menjelang pertandingan.

“Kami percaya bahwa olahraga seperti futsal adalah wadah terbaik untuk menyalurkan energi positif,” ujar Suwandi.

Baca juga: Walkot Tegal Dedy Yon Dukung TPAAF 2026 Seri Tegal, 30 Tim Pelajar Siap Berlaga

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.