SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Aremania tampaknya harus menahan hasratnya untuk mendukung Arema FC saat menghadapi Madura United dalam lanjutan Super League 2026/2027, Jumat (6/11/2026).

Suporter tim tamu dilarang hadir dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur atas dasar keamanan.

Hal tersebut juga disampaikan secara resmi melalui akun official klub Madura United kalau laga menghadapi Arema FC tanpa kehadiran suporter dari tim tamu.

Tiket hanya dibuka bagi suporter tim tuan rumah yang berdasarkan informasi terbaru, pertandingan ini dapat dihadiri oleh penonton.

Menanggapi hal tersebut, Presidium Aremania Utas mengimbau seluruh Aremania agar mematuhi larangan kehadiran suporter tim tamu saat pertandingan Madura United melawan Arema FC.

Imbauan tersebut disampaikan melalui media sosial Presidium Aremania Utas dan Humas Presidium Aremania Utas, Dedy Arisandi, Kamis (5/11/2026).

Pria yang akrab disapa Pak Wo itu meminta Aremania tidak datang ke Madura untuk mendukung Arema FC berlaga.

Menurut Pak Wo, larangan kehadiran suporter Arema FC merupakan bagian dari prosedur operasional standar (SOP) pengamanan pertandingan yang menjadi kewenangan kepolisian.

Baca juga: Madura United Vs Arema FC, Laga Emosional bagi Ze Gomes yang Pernah Menukangi Singo Edan

Karena itu, Aremania Utas memilih menghormati keputusan tersebut dan meminta seluruh anggotanya tidak mengambil langkah yang berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.

"Karena kita ini organisasi yang berbadan hukum, maka jawaban kita normatif saja."

"Memang itu juga SOP pengamanan pertandingan antara Arema FC dan Madura United yang menjadi kewenangan kepolisian," kata Pak Wo.

Ia menegaskan, keputusan tersebut harus diterima dengan lapang dada.

Sebab, pengamanan pertandingan melibatkan berbagai pertimbangan dan masukan dari aparat keamanan.

Pak Wo juga mengingatkan bahwa larangan away bukan sekadar persoalan boleh atau tidaknya Aremania datang ke stadion.

Ada risiko keamanan yang perlu diperhitungkan apabila suporter tetap memaksakan diri berangkat ke Madura.

"Kita harus menerima dengan legawa dan menghormati keputusan itu."

"Organisasi mengimbau agar tidak ada kampanye atau membuat tur karena memang sudah ada larangan dari pihak keamanan," katanya kepada SURYAMALANG.COM

Meski demikian, Pak Wo memahami bahwa semangat Aremania untuk mendukung langsung tim kebanggaannya terkadang sulit dibendung.

Terlebih, sebagian suporter mungkin masih memiliki keinginan untuk menyaksikan pertandingan Arema FC secara langsung meski sudah ada larangan kehadiran suporter tamu.

Namun, ia meminta Aremania mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan tersebut.

Menurutnya, apabila ada suporter yang tetap nekat berangkat, tindakan itu menjadi tanggung jawab masing-masing.

Aremania Utas tidak ingin keberangkatan yang dilakukan secara pribadi justru memunculkan persoalan baru dan berpotensi merugikan banyak pihak.

"Kalau ada yang tetap ngeyel, itu menjadi tanggung jawab masing-masing."

"Tetapi kami selaku organisasi tetap mengimbau teman-teman agar tidak berangkat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pak Wo mengungkapkan bahwa informasi mengenai larangan suporter tamu tersebut juga telah disampaikan melalui koordinasi dengan pihak suporter Madura United.

Keputusan itu disebut berkaitan dengan hasil koordinasi pengamanan bersama pihak kepolisian di Madura.

"Rekan-rekan suporter komunitas di Madura United sudah memberikan surat bahwa pertandingan besok tidak menerima suporter tamu atau away karena alasan larangan dari kepolisian, berdasarkan hasil rapat koordinasi pengamanan terakhir di Madura," tandasnya.

Baca juga: Jelang Duel Sengit Madura United Vs Arema FC, Catatan 5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.