TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS — Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Kalimantan Barat, mendirikan Liberica Research Center (LiRC) sebagai sentra pembibitan modern dan alih teknologi agribisnis di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis 5 November 2026.

LiRC hadir untuk mengembangkan pembibitan tanaman kopi guna mengatasi krisis penurunan produktivitas kebun kopi rakyat akibat tanaman tua.

Inisiatif ini terwujud melalui skema Program Usaha Produk Inovasi Vokasi (PUPIV) menggandeng Kelompok Tani Kopi di Kabupaten Sambas untuk berkolaborasi dalam penyediaan bibit unggul terstandar mendukung peremajaan (replanting) kebun kopi secara berkelanjutan.

Ketua Tim Liberica Research Center Poltesa (LiRC), Sangkala, S.Si., M.Si, menjelaskan data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Sambas tercatat memiliki areal kebun kopi liberika seluas 1.942 hektare dengan produksi 889 ton yang dikelola oleh 3.795 petani.

Sangkala bilang, kopi liberika lokal dikenal tahan terhadap perubahan iklim serta adaptif di lahan pasang surut dan gambut, lengkap dengan profil cita rasa khas bernuansa woody dan floral.

"Namun, mayoritas kebun warga didominasi tegakan berusia lebih dari 20 hingga 25 tahun serta serangan hama penggerek buah dan karat daun, diperparah ketiadaan penangkar bibit bersertifikat," ucapnya.

Dia mengatakan, untuk menjawab persoalan tersebut, Liberica Research Center (LiRC) membangun fasilitas persemaian terintegrasi yang mencakup tiga unit rumah kaca (greenhouse) presisi di kampus Poltesa.

Fasilitas ini berfungsi sebagai sarana teaching factory bagi mahasiswa Prodi Pengelolaan Perkebunan Poltesa.

Baca juga: Update Upah Buruh di Sambas 2027, Kenaikan UMK Sambas 2027 5-10 Persen Tembus Rp3,5 Juta Sebulan

"Melengkapi fasilitas pembibitan modern yang telah ada, kebun riset terapan seluas kurang lebih setengah hektare kini telah ditanami sekitar 300 batang kopi liberika terpilih," jelasnya.

Ia mengatakan, lahan percontohan ini difungsikan sebagai demplot (demonstration plot) agronomis untuk memantau performa pertumbuhan, daya adaptasi tanaman di ekosistem pasang surut, serta efektivitas pemeliharaan terstandar sebelum teknologi budidaya direplikasi secara luas ke kebun pekebun rakyat.

"Sebanyak 300 pohon ini sekaligus dipersiapkan menjadi calon pohon induk masa depan guna menjamin ketersediaan benih bernas secara berkesinambungan," ujarnya.

Ia menuturkan, melalui seleksi ketat pada pohon induk unggul milik mitra tani serta penerapan prosedur pembibitan terkontrol.

Dari pusat pembibitan ini, kata dia, sebanyak 1000 bibit unggul telah didistribusikan secara komersial kepada para pekebun lokal.

Sangkala menjelaskan, ketiadaan sumber bibit terstandar selama ini menjadi simpul kritis mandeknya regenerasi kebun kopi di Sambas. 

"Petani kita kerap menggunakan bibit cabutan liar tanpa seleksi mutu agronomis, sehingga hasilnya rentan hama dan produksinya rendah. Melalui LiRC, kami memadukan riset terapan kampus dengan kebutuhan riil petani. Bibit yang kami kembangkan di fasilitas terkontrol ini telah melalui seleksi ketat dari pohon induk unggul lokal agar tahan terhadap kondisi lahan pasang surut dan gambut," ujarnya.

Ke depan, ungkap dia, program pengembangan LiRC diarahkan pada pengajuan sertifikasi resmi pohon induk varietas lokal Sambas, perluasan kapasitas persemaian hingga 20.000 bibit per siklus.

Serta penerapan teknik perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk (grafting) guna memangkas masa tunggu panen petani. 

"Pembangunan infrastruktur pembibitan dan penguatan kapasitas petani ini didukung penuh oleh alokasi pendanaan DIPA Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2026 melalui skema Program Usaha Produk Inovasi Vokasi (PUPIV) di bawah naungan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltesa," jelasnya.

PUPIV beranggotakan sebanyak 4 orang dosen yakni Sangkala sebagai ketua tim, Lang Jagat, Andiyono, dan Wilis Widi Wilujeng, sebagai anggota tim.

"Melalui skema tersebut, riset terapan kampus diarahkan pada model bisnis sirkular yang mandiri (self-sustaining), sehingga operasional sentra pembibitan LiRC ke depan dapat terus bergulir tanpa ketergantungan mutlak pada hibah pemerintah," katanya (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.