TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mendorong percepatan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional sebagai upaya mengantisipasi krisis air bersih akibat intrusi air laut yang berpotensi kembali terjadi di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi mengatakan, ke depan konsep pengembangan SPAM Regional diharapkan dapat langsung mendistribusikan air dari wilayah sumber ke Kota Pontianak dan Kubu Raya ketika terjadi intrusi air laut.

Sementara itu, sumber air yang selama ini digunakan juga tetap akan dikondisikan dan dilakukan perbaikan agar lebih siap menghadapi kondisi serupa.

"Untuk luasan, dia konsepnya ke depannya mungkin tidak sama dengan penempat, tapi bagaimana kemudian SPAM Regional ini dikembangkan, itu langsung didistribusikan dari wilayah tersebut ke Kota Pontianak dan Kubu Raya ketika kondisi air mengalami proses intrusi air laut," ungkap Zulhiyardi.

Ia menjelaskan, untuk perbaikan sarana dan prasarana sumber air yang ada saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, khususnya Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK).

Pasalnya, kewenangan pengelolaan infrastruktur tersebut berada di pemerintah pusat.

Sehingga, PDAM saat ini berperan melakukan pemantauan sekaligus mendorong percepatan perbaikan.

"Yang pasti kami inginnya as soon as possible, inginnya secepatnya supaya ekspektasi masyarakat, sehingga masyarakat ketika kita menghadapi kondisi yang sama, kita lebih well prepare menghadapi kondisi itu," jelasnya, Kamis 5 November 2026

Meski demikian, Zulhiyardi mengaku belum dapat memastikan apakah pengembangan SPAM Regional sudah bisa direalisasikan pada 2027 mendatang.

Baca juga: Update UMK Kota Pontianak Tahun 2027, Estimasi Kenaikan Gaji Buruh 5-10 Persen Tembus Rp3,5 Juta

Menurutnya, PDAM juga memiliki rencana bisnis yang harus dijalankan secara bertahap, salah satunya pemerataan tekanan distribusi air di seluruh kecamatan di Kota Pontianak.

Untuk tahun 2027, salah satu prioritas yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selat Panjang di wilayah utara Kota Pontianak.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di kawasan Batu Layang hingga Gunung Batu dan wilayah sekitarnya.

Terlebih, di kawasan utara juga terdapat Sekolah Rakyat yang membutuhkan dukungan layanan air bersih yang optimal.

Zulhiyardi menyebutkan, kapasitas terpasang IPA Selat Panjang saat ini mencapai 300 liter per detik.

Namun, kapasitas efektif dan efisien yang dapat didistribusikan baru berkisar 270 hingga 280 liter per detik.

"Untuk 2027-2028 kita harapkan kapasitas Selat Panjang itu akan meningkat di tambahan 200 liter per detik sehingga masyarakat utara khususnya di daerah Batu Layang, di daerah Gunung Batu ke atas, itu nantinya atas segala permasalahan yang terjadi saat ini tekanannya kurang atau segala macam itu bisa teratasi di tahun 2027-2028," tuturnya.

Dengan rencana penambahan kapasitas sebesar 200 liter per detik tersebut, PDAM berharap tekanan dan pemerataan distribusi air bersih di wilayah utara Pontianak dapat semakin optimal pada 2027-2028.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.