Laporan M Rifqi Ibnummasy

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI — Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali berduka. Seorang mahasiswi program doktor (S3) Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) berinisial BM (36) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya, kawasan Jalan Kedondong, Kecamatan Beji, Kota Depok pada Rabu (4/11/2026).

Kepergian sosok insan akademis yang tengah menempuh jenjang pendidikan tertinggi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI, serta seluruh sivitas akademika.

Pilihan almarhumah untuk mendedikasikan diri memperdalam ilmu keperawatan hingga tingkat doktoral dinilai sebagai wujud pengabdian yang tulus bagi kemajuan dunia kesehatan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mahasiswi UI Tewas Membusuk di Kosan Beji Depok, Hasil Otopsi Ungkap Penyebabnya

Apalagi almarhmah merupakan penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dari Kementerian Keuangan RI.

Demi memastikan penyebab kematian secara objektif dan atas permintaan pihak keluarga, jenazah almarhumah langsung dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis lanjutan di RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri (RS Polri Kramat Jati).

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro memastikan, ​seluruh tahapan pemeriksaan medis tersebut dikoordinasikan secara ketat oleh FIK UI bersama pihak LPDP.

"​Berdasarkan keterangan awal dari tim forensik, almarhumah mengembuskan napas terakhirnya akibat kondisi medis berupa gangguan pada jantung," kata Erwin dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

​Saat ini, dokumen hasil tertulis resmi mengenai penyebab kematian masih dalam proses penyelesaian akhir oleh tim medis rumah sakit.

​Usai proses di rumah sakit selesai, jenazah dilepas secara takzim oleh FIK UI dan LPDP untuk diberangkatkan menuju kampung halaman dan diserahkan kepada pihak keluarga.

​"Pimpinan UI telah menerima laporan lengkap dan doa terbaik kami panjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan," ujarnya. 

​Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi LPDP dan RS Polri Kramat Jati dalam mengawal seluruh proses penanganan almarhumah secara terhormat.

​Di tengah bergulirnya berbagai asumsi di publik, UI mengimbau masyarakat dan media untuk menjaga keheningan duka dengan tidak menyebarkan spekulasi liar.

​"Kami memohon kepada masyarakat dan rekan-rekan media untuk menghormati privasi keluarga yang sedang berduka dan hanya merujuk pada informasi resmi kanal Humas UI," tegasnya.

Kronologi Penemuan di Kamar Kos Beji

Peristiwa tragis tersebut bermula ketika salah satu saksi mencium aroma tidak sedap yang cukup menyengat dari arah kamar korban pada Rabu (4/11/2026). Saksi kemudian melaporkan kecurigaan itu kepada sang pemilik kos, Putra.

Karena pintu kamar terkunci rapat dari dalam dan tidak ada respons, pengelola kos bersama warga berinisiatif menghubungi Ketua RT setempat serta layanan darurat kepolisian 110.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, menjelaskan bahwa aparat kepolisian dari Polsek Beji dan Polres Metro Depok yang tiba di lokasi segera melakukan tindakan darurat.

"Kemudian jam 03.00 dilakukan pembongkaran ya, karena tidak bisa dibuka, kemudian menghubungi Pak RT dan menghubungi 110, kemudian datang dari Polsek Beji dan Polres Metro Depok untuk melakukan pemeriksaan dan cek TKP," ujar Hendra, Jumat (6/11/2026).

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telentang di lantai kamar kos dan keadaannya sudah mulai membusuk.

Sementara itu, pemilik kosan, Putra, mengenang almarhumah sebagai sosok yang tenang, fokus menuntut ilmu, namun cenderung tertutup dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar.

"Orangnya sih, kalau di sini ya sama tetangga ya begitulah, menyendiri lah, terlalu introvert dia," ucap Putra.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.